
Xiaomi Pad 8: Upgrade Kelas Flagship di Harga 5 Jutaan
Di pasar tablet Android yang kian sesak, satu perangkat muncul sebagai “pengganggu” baru. Bukan karena desain eksentrik, melainkan perpaduan performa kelas atas dan harga yang tetap rasional. Banyak yang menduga kompromi pasti terjadi, namun kejutan justru hadir dari sisi daya, layar, dan ekosistem fitur.
Di tangan pengguna, perangkat ini terasa tipis, solid, dan percaya diri. Audio menggelegar, layar jernih, dan performa gaming stabil di angka yang jarang ditemui di kelas mid-range. Bagi pelajar, kreator, hingga pekerja mobile, paket seperti ini sulit diabaikan.
Singkatnya: ini adalah tablet yang berusaha menutup jarak dengan flagship, tanpa menghukum dompet pengguna.
Desain dan Layar Xiaomi Pad 8: Tipis, Rigid, dan Siap Multimedia
Bodi metal yang tegas langsung terasa sejak pertama dipegang. Ketebalan sekitar 5,75 mm membuatnya tampil ringkas, sementara bobot 485 gram menjaga keseimbangan saat dipakai lama. Opsi warna hijau doff memberi kesan premium yang tidak murahan.
Panel IPS 11,2 inci beresolusi 3,2K menghadirkan ketajaman tinggi untuk membaca, menggambar, dan menonton. Refresh rate 144 Hz membuat animasi terasa luwes, sedangkan cakupan DCI-P3, HDR10, dan dukungan Dolby Vision menyajikan warna kaya dengan kontras mantap. Kecerahan sekitar 800 nits cukup nyaman untuk penggunaan dalam ruangan.
Konfigurasi quad-speaker dengan tuning Dolby Atmos menambah pengalaman menonton jadi lebih imersif. Dialog terdengar jelas, sementara suara rendah tidak kedodoran. Untuk maraton serial atau kelas online, ini tergolong “aman dinyalakan kencang”.
Performa Xiaomi Pad 8: Snapdragon Kelas Flagship, UFS 4.0, Antutu 2,3 Juta
Di balik layar, dapur pacu seri Snapdragon 8s dipadukan RAM 8 GB dan penyimpanan UFS 4.0 256 GB. Kombinasi ini tak hanya gesit untuk aplikasi berat, tetapi juga konsisten menjaga responsivitas saat multitasking intens.
Pada pengujian sintetis, skor Antutu menembus kisaran 2,3 juta—indikasi kuat untuk kelas harganya. Dalam skenario nyata, Wuthering Waves di setelan Balance mampu bertahan di rata-rata sekitar 50 fps. PUBG Mobile berjalan di mode Extreme 90 fps, sedangkan Honor of Kings bisa tembus 120 fps dengan stabil. Suhu permukaan berkisar 41–45 derajat Celsius setelah sesi panjang, masih terkendali untuk gim kompetitif.
HyperOS berbasis Android terbaru menawarkan opsi produktivitas yang matang. Split screen, floating windows, hingga Workstation Mode layaknya PC membuat kerja multi-jendela terasa natural. Port USB-C mendukung display output, sehingga presentasi atau gaming di layar besar menjadi “fitur harian”, bukan sekadar gimmick. Layanan Google tersedia; bila diperlukan, Play Store dapat dipasang manual sesuai kebutuhan.
Catatan penting: spesifikasi dapat bervariasi antar wilayah. Untuk detail final pasar lokal, sebaiknya cek laman resmi saat peluncuran.
Aksesori Resmi Xiaomi Pad 8: Stylus, Keyboard, dan Mode Workstation
Stylus dan keyboard dijual terpisah, namun keduanya mengubah cara memakai tablet secara drastis. Pogo pin pada sisi bodi memudahkan koneksi keyboard tanpa pairing rumit. Sementara stylus mendukung catatan cepat, sketsa, hingga anotasi dokumen. Dipadukan Workstation Mode, pengalaman kerja ringan—email, presentasi, catatan—menjadi jauh lebih efisien.
Baterai, Audio, dan Konektivitas Xiaomi Pad 8
Baterai 9.200 mAh memberi napas panjang. Berdasarkan pengujian penggunaan intens, konsumsi daya sekitar 10–15 persen per jam untuk gim berat, dan hanya sekitar 3 persen per jam untuk menonton YouTube. Pengisian 45 W tidak meledak cepat, namun cukup realistis untuk kapasitas sebesar ini.
Konektivitas juga mengikuti tren terbaru: Wi‑Fi 7 untuk jaringan rumah yang padat, Bluetooth 5.4 untuk aksesori modern, dan NFC untuk pairing cepat. Tidak tersedia varian seluler; ini murni tablet Wi‑Fi. Di sisi audio, empat speaker berdaya besar menyajikan panggung suara lebar, cocok untuk film dan musik tanpa bantuan speaker eksternal.
Kamera Xiaomi Pad 8 untuk Kebutuhan Harian
Kamera belakang 13 MP mampu merekam 4K 30 fps dengan stabilisasi yang layak untuk kelas tablet. Detail siang hari terjaga, sementara dynamic range cukup aman. Kamera depan 8 MP merekam 1080p 30 fps, dengan kualitas audio dan gambar yang mumpuni untuk rapat online dan kelas virtual. Ini bukan alat produksi film, namun lebih dari cukup untuk dokumentasi ringan.
Baca Juga: Review Redmi K Pad – Tablet Mungil Penantang iPad Mini?
Kesimpulan
Dengan layar 144 Hz, audio Dolby, performa Snapdragon kelas flagship, dan ekosistem produktivitas yang matang, perangkat ini menghadirkan value yang sulit ditandingi. Harga rilis di Tiongkok berada di 2.499 yuan (sekitar Rp5,7 jutaan), memberi harapan harga domestik tetap ramah saat masuk resmi. Bagi pengguna yang mengincar tablet serba bisa untuk belajar, kerja ringan, dan hiburan serius, pilihan ini terasa masuk akal. Bila butuh tenaga lebih ekstrem, varian Pro lazimnya menawarkan chipset lebih kencang dengan banderol lebih tinggi.
Pada akhirnya, Xiaomi Pad 8 menutup celah besar antara mid-range dan flagship—sebuah paket inovatif yang relevan untuk 2025.
FAQ
Apakah tablet ini cocok untuk gim berat?
Cocok. Gim populer seperti PUBG dan Honor of Kings berjalan mulus di frame rate tinggi dengan suhu terkontrol.
Apakah tersedia model dengan jaringan seluler?
Tidak. Perangkat ini fokus pada koneksi Wi‑Fi. Hotspot ponsel tetap menjadi solusi mobilitas.
Apakah port USB‑C mendukung display output?
Ya. Mendukung output ke monitor eksternal, praktis untuk presentasi, kerja, atau streaming.
Berapa lama pengisian baterai dari 0–100%?
Perkiraan 100–120 menit dengan charger 45 W, tergantung suhu lingkungan dan aktivitas latar.
Apakah stylus dan keyboard termasuk dalam paket penjualan?
Tidak. Keduanya dijual terpisah dan tersedia sebagai aksesori resmi untuk produktivitas.
Sumber: AD Review



