
Review Galaxy Tab S11: Tablet Premium Samsung yang Ringkas, Bertenaga, dan Penuh Fitur AI
Samsung kembali menggoda pasar tablet premium lewat Galaxy Tab S11, versi reguler dari seri flagship terbarunya. Bagi yang penasaran, tablet ini menawarkan kombinasi menarik antara desain kompak, performa tangguh, dan fitur-fitur canggih termasuk Galaxy AI yang kini makin menyatu dalam ekosistem Samsung. Tapi, apakah hilangnya Bluetooth di S-Pen jadi deal breaker? Yuk, kita bedah tuntas pengalaman menggunakan Galaxy Tab S11.
Desain Tipis dan Ringan, Cocok Dibawa ke Mana Saja
Satu hal yang langsung terasa saat memegang Galaxy Tab S11 adalah desainnya yang ramping dan ringan. Dengan ketebalan hanya sekitar 5,4 mm dan bobot di bawah 500 gram, tablet ini sangat nyaman untuk dibawa bepergian. Bahkan masih muat di tas selempang kecil sekalipun.
Ukuran layarnya 11 inci, pas untuk penggunaan sehari-hari tanpa terasa terlalu besar atau kecil. Menariknya, dibandingkan dengan flagship smartphone Samsung seperti Galaxy S25 Edge, Tab S11 bahkan lebih tipis sekitar 0,3 mm. Desain ini membuatnya tidak memakan tempat ketika diletakkan di meja kerja.
Evolusi S-Pen: Lebih Nyaman Digenggam, Tapi Tanpa Bluetooth
Salah satu perubahan mencolok di Galaxy Tab S11 adalah desain baru S-Pen. Kini berbentuk heksagonal, pena digital ini terasa lebih seperti pensil konvensional saat digunakan menulis atau menggambar. Pegangannya lebih mantap dan tidak mudah tergelincir saat diletakkan di meja.
Namun, ada kompromi yang cukup signifikan: S-Pen pada Tab S11 tidak lagi dilengkapi Bluetooth. Artinya, fitur-fitur seperti Air Actions atau mengontrol kamera dari jarak jauh harus rela ditinggalkan. Meskipun begitu, absennya Bluetooth membuat S-Pen tidak perlu diisi daya, sehingga pengisian daya magnetik seperti di seri sebelumnya juga dihilangkan.
Meski begitu, Samsung tetap menyematkan fitur-fitur menarik untuk S-Pen seperti Quick Tools dan gesture penulisan yang intuitif.
Quick Tools dan Writing Gesture: Efisiensi di Ujung Pena
Quick Tools adalah fitur produktivitas anyar yang muncul saat tombol di S-Pen ditekan dekat layar. Pengguna bisa memilih jenis pena, ketebalan, transparansi, hingga warna hanya dalam satu toolbar mini yang bisa dipindah-pindah sesuka hati.
Writing gesture juga jadi nilai plus. Misalnya, pengguna bisa menulis langsung di kolom teks, lalu sistem akan otomatis mengubahnya menjadi tulisan digital. Untuk menghapus, cukup coret teks, atau buat spasi dengan gestur garis vertikal. Fitur ini sangat membantu untuk multitasking cepat tanpa harus mengetik manual.
Layar AMOLED Cerah dan Tajam, Tapi Reflektif
Galaxy Tab S11 dibekali layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 11 inci dengan puncak kecerahan hingga 1.600 nits. Warna tampak hidup, kontras tinggi, dan hitam tampak benar-benar pekat. Ideal untuk menonton konten multimedia maupun bekerja dengan visual detail.
Namun, tanpa lapisan anti-reflective seperti yang ada di varian Ultra, penggunaan di luar ruangan terasa kurang nyaman karena pantulan cahaya cukup mengganggu.
Baca Juga: ROG Phone 8: HP Gaming Flagship Kini Turun Harga Jadi 6 Jutaan, Masih Layak Beli?
Performa Andal dengan Dimensity 9400+
Di sektor dapur pacu, Galaxy Tab S11 ditenagai chipset MediaTek Dimensity 9400+, yang sebelumnya menjadi prosesor terkuat Mediatek. Skor AnTuTu-nya menembus angka 2,5 juta (versi 11), cukup impresif untuk ukuran tablet.
Dipadukan dengan RAM 12 GB dan penyimpanan internal 256 GB, performa tablet ini sangat mulus untuk berbagai aktivitas, termasuk bermain game berat seperti Genshin Impact dengan pengaturan grafis tinggi.
Tablet ini juga dilengkapi baterai 8.400 mAh dan dukungan pengisian daya 45W. Dalam pengujian, screen-on time (SOT) mencapai hampir 8 jam dengan sisa baterai 15%, menjanjikan efisiensi daya yang baik.
Kamera Fungsional, Cocok untuk Produktivitas
Kamera utama 13MP di bagian belakang cukup mumpuni untuk memotret dokumen atau membuat video untuk keperluan kerja. Kamera depan memiliki sudut pandang luas, cocok untuk video call, meski kualitas gambarnya menurun saat pencahayaan minim.
Walau bukan andalan untuk fotografi, kamera tablet ini cukup untuk kebutuhan fungsional.
Samsung One UI dan Galaxy AI: Perpaduan Software Cerdas
Tablet ini menjalankan One UI versi terbaru yang membawa banyak fitur multitasking. Pengguna bisa membuka hingga tiga aplikasi secara bersamaan dalam mode split-screen, plus jendela pop-up. Semuanya berjalan mulus tanpa lag.
Interaksi antarperangkat Samsung juga seamless. Misalnya, artikel yang dibaca di smartphone bisa langsung dilanjutkan di tablet. Transfer file cepat lewat Quick Share, dan fitur Camera Share memungkinkan pengguna mengganti kamera saat video call tanpa harus memindahkan tablet.
Samsung DeX pun hadir lebih canggih. Beralih ke mode desktop kini lebih cepat tanpa loading lama. Bahkan tersedia hingga empat workspace yang bisa disesuaikan untuk kerja, hiburan, atau kreativitas.
Galaxy AI juga ikut menyempurnakan pengalaman. Fitur seperti Circle to Search, Interpreter, dan Writing Assist memperkaya produktivitas. Ada juga Sketch to Image untuk anak-anak atau pengguna kreatif yang ingin mengonversi coretan jadi gambar.
Kekurangan Minor: Tanpa Bluetooth dan Haptic Feedback
Beberapa pengguna mungkin menyayangkan hilangnya Bluetooth di S-Pen dan absennya modul getar (haptic feedback). Tablet ini juga tidak memiliki fitur vibration, sehingga tidak ada getaran saat menerima notifikasi atau mengetik.
Namun, bagi banyak pengguna, ini bukan deal breaker mengingat keunggulan lain yang ditawarkan.
Perbandingan dengan Galaxy Tab S11 Ultra
Bagi yang menginginkan layar lebih besar, Galaxy Tab S11 Ultra hadir dengan layar 14,6 inci dan lapisan anti-reflective. Selain itu, ada tambahan kamera ultrawide, baterai lebih besar, dan dukungan WiFi 7. Namun, harga juga jauh lebih tinggi, mencapai Rp23 juta.
Sebaliknya, Galaxy Tab S11 reguler tersedia dalam dua varian:
- Wi-Fi only: Rp15 juta
- 5G cellular: Rp16,5 juta
Keduanya hadir dengan konfigurasi RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB.
Baca Juga: Infinix GT30: HP Gaming Harga Terjangkau, Tapi Speknya Nggak Kaleng-Kaleng
Kesimpulan: Galaxy Tab S11, Tablet Android Premium yang Serius
Galaxy Tab S11 bukan sekadar tablet. Ia adalah perangkat serbaguna yang menggabungkan desain premium, performa tinggi, software matang, dan fitur AI pintar. Meski ada beberapa kekurangan seperti absennya Bluetooth di S-Pen dan tidak adanya vibration, keseluruhan pengalaman pengguna tetap sangat memuaskan.
Bagi yang mencari tablet Android premium dengan ukuran ringkas, Galaxy Tab S11 layak masuk wishlist.
FAQ
1. Apakah Galaxy Tab S11 mendukung Samsung DeX?
Ya, Galaxy Tab S11 mendukung Samsung DeX dengan performa yang lebih cepat dan lancar.
2. Apakah S-Pen Galaxy Tab S11 bisa digunakan untuk perangkat Samsung lain?
Tidak. S-Pen di Tab S11 hanya kompatibel untuk seri ini saja.
3. Apakah Galaxy Tab S11 cocok untuk menggambar?
Sangat cocok. Dengan layar AMOLED yang tajam dan S-Pen heksagonal yang nyaman, pengalaman menggambar terasa natural dan presisi.
4. Apakah Galaxy Tab S11 punya fitur AI seperti di smartphone Samsung terbaru?
Ya. Tablet ini dibekali Galaxy AI lengkap dengan fitur seperti Interpreter, Circle to Search, dan Writing Assist.
5. Apakah Galaxy Tab S11 punya getaran atau vibration?
Tidak. Tablet ini tidak memiliki modul haptic, sehingga tidak mendukung fitur getaran.
Sumber: Youtuber Cupu
