lenovo-legion-go-2

Lenovo Legion Go 2: Handheld Windows OLED 144Hz

Bayangkan handheld yang terasa seperti mini-PC, tapi tetap nyaman dibawa bepergian. Itulah konsep yang kini makin matang lewat generasi terbaru dari Lenovo. Layarnya besar, performanya kencang, dan kontrolnya fleksibel—sebuah paket yang menyasar gamer serius, namun tetap ramah untuk pemula.

Dari jarak jauh, desainnya mirip generasi pertama. Namun saat digenggam, sisi ergonominya terasa naik kelas. Kontrol lebih melengkung, tombol makro lebih rapi, dan kickstand kokoh memudahkan mode meja saat sesi gaming panjang. Singkatnya: ini perangkat yang didesain dari feedback nyata pengguna.

Apa yang Baru di Lenovo Legion Go 2

Fokus utamanya jelas: performa dan pengalaman pakai. Lenovo memasang prosesor AMD Ryzen Z2 Extreme (8 core/16 thread, kombinasi 3x Zen 5 dan 5x Zen 5C) dengan boost hingga 5 GHz dan TDP default 28 W. GPU terintegrasi berbasis RDNA 3.5 membawa 16 graphics core dan 1.024 shader dengan dukungan ray tracing serta akselerasi AV1.

RAM 32 GB LPDDR5X-8000 dual channel 128-bit memberi bandwidth lega untuk game modern. Penyimpanan 1 TB NVMe PCIe Gen4 ukuran 2280 memudahkan upgrade. Konektivitasnya lengkap: dua port USB4 (atas-bawah), audio combo 3,5 mm, microSD, plus tombol power dengan fingerprint untuk Windows Hello. Wi‑Fi 6E dan Bluetooth 5.2 memastikan koneksi nirkabel tetap stabil.

Desain dan Ergonomi: Modular, Hall Effect, dan Mode Mouse

Kontroler bisa dilepas, lengkap dengan analog dan trigger Hall Effect yang minim drift. Tata letak tombol mengikuti gaya Xbox, ada touchpad 2,4 x 2,4 cm, tombol makro (Y1/Y2, M1/M2/M3, Y3), dan scroll wheel yang bisa diklik. Kontroler kanan dapat berubah menjadi mouse vertikal melalui dock khusus—berguna untuk FPS santai atau navigasi desktop.

Kickstand di belakang membuat mode tabletop terasa natural. Satu catatan: sambungan fisik antara unit utama dan kontroler tetap perlu perlakuan lembut bila sering bongkar-pasang, untuk menjaga kekuatan konektor dalam jangka panjang.

Layar OLED 8,8 Inci 144Hz: HDR Cerah, Warna Sinematik

Panel OLED 8,8 inci 1920×1200 (16:10) terasa pas untuk handheld. Refresh rate 144 Hz menghadirkan respons yang gesit, sementara sentuhan 10-point memudahkan navigasi seperti tablet. Lenovo mengklaim 500 nits SDR dan 1.100 nits HDR; pengujian mandiri mencatat sekitar 463 nits SDR dan 1.060 nits HDR—tetap impresif.

Cakupan warna 100% DCI-P3 dengan volume sekitar 122,5% DCI-P3 memberi tampilan kaya warna. Permukaan glossy meningkatkan kontras, namun perhatikan pantulan saat di luar ruangan. Untuk konsumsi konten HDR atau game dengan aset gelap, panel ini terasa “naik kelas”.

Mode Performa Lenovo Legion Go 2

Empat profil tersedia: Quiet, Balance, Performance, dan Custom. Pengguna bisa mengatur TDP, mode daya Windows, hingga kecepatan kipas (Smart atau Full Speed) melalui Legion Space dan shortcut Legion Air. VRAM iGPU default 2 GB dapat dinaikkan via BIOS hingga 16 GB—berguna ketika bermain game AAA tekstur berat.

Performa: Ryzen Z2 Extreme + RDNA 3.5, Kencang untuk Kategori Handheld

Stres CPU via Cinebench R23 menunjukkan konsistensi yang baik: mode Custom (tercolok daya) mencapai puncak sekitar 14.567 poin dan bertahan di kisaran 14.000–14.200. Mode Performance dan Balance berada di 13.300 dan 11.900-an. Saat tanpa pengisian daya, ada pembatasan di mode tertentu, namun mode Custom tetap paling agresif.

Di 3DMark, Fire Strike berkisar 10.2K (Custom, tercolok) dan Time Spy sekitar 3.7K—angka wajar untuk iGPU RDNA modern. Cyberpunk 2077 pada 1200p Low + FSR 3 Performance mencatat sekitar 72 fps (Custom, tercolok) dan uniknya 76 fps saat tanpa colok di profil yang sama, sementara mode Quiet jelas ditujukan untuk efisiensi, bukan performa.

Artinya: untuk game AAA, gunakan Performance/Custom, naikkan VRAM ke 8 GB atau lebih, aktifkan FSR, dan jaga refresh lewat cap yang realistis. Untuk eSports ringan atau indie, Balance atau Quiet sudah memadai.

Audio, Mikrofon, dan Konektor: Naik Kelas di Detail

Speaker ganda 2 W di bingkai atas terdengar lantang dengan separasi yang rapi dan bass yang mengejutkan untuk ukuran handheld. Mikrofon ganda menangkap suara jelas, meski tanpa noise cancelling bawaan—lingkungan ramai tetap akan terekam.

Port lengkap memudahkan skenario docking. Dua USB4 membuka opsi hub dan bahkan eGPU sekaligus. Posisi exhaust di sisi atas menjaga area microSD tetap “adem”, sementara fingerprint di tombol power mempercepat login harian.

Baterai, Suhu, dan Kebisingan: Tuning Realistis

Baterai 74 Wh sanggup memutar video lokal 1080p hingga 14 jam 10 menit pada 150 nits dan volume 25%. Untuk Cyberpunk 2077 1200p Low + FSR Performance, konsumsi sekitar 36% per 30 menit; kira-kira 1,5 jam permainan. Menurunkan ke 720p Low, target 30 fps dengan VSync di mode Silent, konsumsi 10% per 30 menit, alias hingga 5 jam.

Suhu CPU saat gaming berada di kisaran 64–66°C, permukaan layar terpanas sekitar 40°C, exhaust puncak 42°C, dan area grip di bawah 29°C—nyaman untuk sesi panjang. SSD NVMe Gen4 membaca sekitar 7.066 MB/s dan menulis 5.742 MB/s, memberi loading yang gesit.

Software: Legion Space & Legion Air

Legion Space berfungsi sebagai hub game lintas toko (Steam, Ubisoft, dan lainnya), pusat pengaturan performa, kontrol makro, gyro, getaran, hingga RGB ring analog. Legion Air memunculkan quick settings seperti fan mode, resolusi, frame monitor, hingga shortcut sistem. Artinya: pengaturan kritis selalu satu tombol jauhnya.

Baca juga: Vivo X300 Pro dengan Origin OS: Review Lengkap

Harga dan Siapa yang Cocok

Harga resmi sekitar Rp17.999.000, termasuk Travel Case, Controller Dock, dan 3 bulan PC Game Pass. Garansi Carry-In 3 tahun dengan pusat bantuan 24/7 meningkatkan rasa aman investasi.

Perangkat ini cocok untuk gamer yang menginginkan handheld Windows dengan performa tinggi, layar besar OLED 144 Hz, kontrol modular serbaguna, dan opsi docking fleksibel. Jika fokus pada game indie atau sesi kasual panjang, mode efisiennya memadai. Untuk kompetitif FPS serius, rekomendasi tetap pada setup mouse/keyboard eksternal atau eGPU.

Kesimpulan

Dengan layar besar, performa iGPU RDNA 3.5 yang solid, memori 32 GB LPDDR5X, dan dua USB4, Lenovo Legion Go 2 menonjol sebagai handheld Windows “serba bisa”. Kombinasi ergonomi baru, audio lantang, serta software kontrol komprehensif menjadikannya kandidat utama di kelasnya.

FAQ

Apakah Lenovo Legion Go 2 mendukung eGPU?

Ya, ada dua port USB4 yang dapat dipakai untuk docking dan eGPU, bahkan bersamaan.

Berapa harga Lenovo Legion Go 2 di Indonesia?

Sekitar Rp17.999.000, sudah termasuk Travel Case, Controller Dock, dan 3 bulan PC Game Pass.

Apakah layar OLED 144 Hz mendukung HDR?

Mendukung; pengujian menunjukkan puncak HDR sekitar 1.060 nits dengan cakupan 100% DCI-P3.

Bagaimana daya tahan baterainya saat main game?

Untuk AAA di seting tinggi sekitar 1,5 jam; mode efisien 30 fps bisa mencapai sekitar 5 jam.

Bisakah VRAM iGPU dinaikkan?

Bisa, dari default 2 GB hingga 16 GB melalui BIOS, membantu tekstur berat di game modern.

Sumber: Jagat Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top