
Vivo X300 Pro: Raja Kamera Smartphone Terbaru dari Vivo, Layak Beli?
Dunia smartphone tidak pernah sepi dari gebrakan teknologi baru, dan kini giliran Vivo yang unjuk gigi. Melalui seri flagship terbarunya, Vivo X300 Pro, pabrikan teknologi asal Tiongkok ini kembali menyasar pengguna yang gemar fotografi mobile. Dan setelah menghabiskan waktu empat hari intensif mencoba perangkat ini, termasuk mengambil lebih dari 1.000 foto dan 100 video, bisa dibilang: ini bukan sekadar upgrade biasa.
Nah, kalau kamu penasaran dengan performa kamera 200MP-nya, desain baru yang lebih premium, hingga fitur videografi pro seperti 4K 120fps Dolby Vision, mari kita bedah semua yang ditawarkan Vivo X300 Pro secara lebih mendalam.
Desain yang Flat tapi Tetap Nyaman Digenggam
Setelah era desain melengkung yang mendominasi flagship Vivo sebelumnya, X300 Pro tampil beda dengan pendekatan flat frame di seluruh sisi—mirip strategi desain ala iPhone.
Tambahan Shortcut Button
Menariknya, di sisi kiri kini hadir sebuah tombol tambahan yang bisa disesuaikan fungsinya. Misalnya, kamu bisa set double-tap untuk membuka kamera atau satu tap untuk ke mode silent. Ini terlihat kecil, tapi menambah nilai kepraktisan.
Build Premium dan Tahan Air
Dengan build quality tangguh berstandar IP68 dan IP69, X300 Pro siap dibawa ke berbagai medan, bahkan dalam cuaca ekstrem sekalipun. Desain minimalis ala X200 Ultra juga membuatnya terasa “naik kelas”.
Performa Tinggi dengan Dimensity 9500 + Baterai Lebih Besar
Spesifikasi jeroan tak main-main. Vivo X300 Pro ditenagai MediaTek Dimensity 9500 — chipset terbaru yang meluncur perdana lewat ponsel ini.
- RAM: 16GB
- Storage: 512GB UFS 4.0
- Baterai: 6.510mAh (BlueVolt Tech/Silicon Carbon)
- Skor AnTuTu: ~3 juta poin (cukup stabil)
Walau memakai chip MediaTek, performanya terasa setara Snapdragon 8 Gen 2 ke atas, dengan suhu yang tetap adem bahkan saat sesi foto & video panjang seperti di Disneyland Shanghai.
Baca Juga: iPhone 17 vs Samsung Galaxy S25: Duel Sengit Flagship Compact, Mana yang Paling Worth It?
Kamera: Ini Dia Sang Bintang
Tak bisa dipungkiri, sektor kamera jadi nilai jual utama smartphone ini. Dan memang, Vivo melakukan loncatan besar dari X200 Pro ke X300 Pro—terutama berkat kombinasi sensor besar, software tuning canggih, dan kemampuan videografi sinematik.
Kamera Belakang
- Kamera utama: Sony LYT-828 (generasi lanjutan dari LYT-818)
- Kamera ultra-wide: 50MP Samsung JN1 (seperti selfie cam)
- Kamera telephoto: 200MP HPB sensor (3.5x optical zoom)
Sensor telephoto 200MP ini adalah game changer. Tak hanya cocok untuk portrait, dia juga bisa zoom sampai 100x dan detailnya masih tetap tajam. Dukungan sensor besar dan software AI membuat hasil zoom 10x–100x terasa tetap seperti optical zoom.
Bahkan, hasil foto malam di Disneyland sukses bikin kagum. Detail kastil tajam, foreground tetap blur alami, dan noise sangat minim. Kamu masih bisa crop landscape jadi portrait tanpa kehilangan detail.
Kamera Depan
- 50MP, autofocus, wide-angle
Akhirnya! Kamera depan X300 Pro punya autofocus dan lensa lebih lebar—fitur yang sangat ditunggu para pecinta selfie. Hasilnya? Lebih natural, terutama saat group selfie atau low light. Walau masih ada sedikit noise malam hari, perbaikannya signifikan dari generasi sebelumnya.
Mode Pro & Pengaruh AI
Di mode Pro, kamu bisa bebas eksplorasi seperti fotografer aslinya: pilih fokus, atur white balance, hingga shutter speed manual. Noise-nya bahkan kadang justru memberi efek artistik. Di mode Auto, AI membantu merapikan hasil dengan noise reduction dan koreksi warna, tergantung preferensimu.
Fitur Video? Gak Main-Main!
Vivo X300 Pro buka potensi baru di dunia videografi mobile. Salah satu fitur pamungkasnya adalah:
- 4K 120fps + Dolby Vision HDR
Hasil video slow-motion-nya dimainkan di Disneyland: halus, warna hidup, dynamic range luas. Bahkan mengungguli mirrorless kelas menengah. Sensor HP Blue dan chip imaging Vivo V-series memberikan hasil yang konsisten tajam, bahkan dalam low-light.
Untuk kamu yang hobi bikin konten cinematic, ini adalah fitur luar biasa yang jarang ditemukan di smartphone lain dalam rentang harga serupa.
Origin OS 6: Tampilan Baru, Fitur Lebih Modern
Vivo X300 Pro sudah berjalan di Origin OS 6 dengan tampilan yang dipoles lebih clean, animasi lebih smooth, dan fitur produktivitas mumpuni. Salah satu fitur unggulannya adalah:
- Integrasi dengan Mac: drag & drop file, mirroring, copy paste antar-perangkat, dll.
Yang menarik, beberapa fiturnya bakal terbuka untuk semua Android melalui Vivo Office Suite. Fitur mirip ekosistem Apple, tapi open source!
Perbandingan vs Pendahulu & Kompetitor
Dibanding Vivo X200 Pro
- Desain: lebih ergonomis & premium
- Kamera: upgrade besar pada sensor + AI
- Software: Origin OS 6 lebih modern
- Baterai: naik 500mAh dengan ketebalan tetap ramping
Dibanding iPhone 15 Pro Max
- Telephoto 200MP vs 4x telephoto iPhone
- Low light & HDR: Vivo lebih konsisten pakai telephoto
- Versatilitas video: iPhone tetap kuat, tapi 4K 120fps Vivo mengagumkan
Dibanding Flagship Android lain (Samsung, Huawei)
- Huawei unggul di detail kamera, namun tanpa Google
- Samsung unggul di ekosistem, namun kamera zoom-nya mulai terkalahkan
Kesimpulan? Vivo X300 Pro layak menjadi barometer flagship Android terbaik saat ini, khususnya untuk yang mengutamakan kemampuan kamera dan video.
Baca Juga: iPhone 17 vs iPhone 17 Pro: Apakah Layak Dibeli?
Harga & Ketersediaan
Di China, X300 Pro dibanderol cukup agresif. Meski harga pastinya di Indonesia belum diumumkan, tahun lalu X200 Pro dibuka di Rp17.999.000.
Jika Vivo menerapkan strategi serupa, maka:
16/512GB + sensor 200MP + Origin OS baru = DEAL MENARIK untuk content creator & foto-enthusiast.
Tinggal tunggu kapan rilis resmi di Indonesia (yang kabarnya tidak lama lagi).
Kelebihan & Kekurangan
Kelebihan:
- Kamera telephoto 200MP super tajam
- Desain frame flat yang premium
- 4K 120fps Dolby Vision – sinematik banget
- Baterai besar, tapi bodi tetap ramping
- Fitur produktivitas ala ekosistem Vivo
Kekurangan:
- Versi global mungkin beda software (menunggu Origin OS Indonesia)
- Ukuran file foto besar (hingga 10MB/foto)
- Tidak semua fungsi video bisa 4K60 (misalnya mode Portrait)
Kesimpulan
Vivo X300 Pro bukan hanya upgrade “angka” dari X200 Pro. Ini adalah langkah besar menuju liga flagship sesungguhnya. Kamera 200MP-nya bisa menggantikan lensa DSLR di banyak skenario, videonya sinematik, dan performanya tetap kencang untuk multitasking atau gaming.
Jika kamu sedang cari HP flagship dengan kamera terbaik di kelasnya, Vivo X300 Pro hampir tidak ada tandingannya saat ini.
FAQ Seputar Vivo X300 Pro
Apakah kamera Vivo X300 Pro benar-benar 200MP?
Ya, kamera telephoto-nya menggunakan sensor 200MP “HP Blue” hasil kolaborasi Vivo dan Samsung, dan mampu menghasilkan detail luar biasa bahkan saat diperbesar hingga 100x.
Vivo X300 Pro bisa rekam video 4K 120fps?
Bisa! Bahkan sudah mendukung Dolby Vision HDR, cocok buat konten slow motion sinematik di kondisi terang maupun low-light.
Vivo X300 Pro sudah tahan air?
Betul. Smartphone ini sudah mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69, jadi kamu nggak perlu khawatir saat terkena cipratan air atau debu.
Apakah Vivo X300 Pro bisa disandingkan dengan iPhone 15 Pro Max?
Dari segi foto dan videografi, X300 Pro sangat kompetitif, bahkan lebih unggul dalam urusan zoom dan fitur 4K slow motion. Namun ekosistem Apple memang masih lebih matang secara keseluruhan.
Vivo X300 Pro kapan rilis di Indonesia?
Belum ada tanggal resmi, tapi mengingat X200 Pro sudah hadir tahun lalu, besar kemungkinan X300 Pro juga akan masuk Tanah Air dalam waktu dekat. Pantau terus info resminya ya!
Sumber: BestIndoTech




